Sumber Foto : Zulfikar
Majelis Taklim di Nunukan Peduli Kemanusiaan: Majelis Ribath Khairaat Nunukan Galang Dana Bantu Korban Bencana Alam di Sulbar dan Kalsel (Sumber Foto : Zulfikar)
Penulis: Nur Ikhsan Efendi
Editor: Suriadi

Portalpergerakan.com, NUNUKAN – Majelis Ribath Khairaat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melakukan penggalangan dana untuk para korban gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan. Pimpinan Majelis Muchsin bin Yahya mengatakan, aksi sosial itu dilakukan di beberapa titik jalan yang berada di kecamatan Nunukan dan kecamatan Nunukan Selatan selama 2 (Dua) hari berturut-turut (17/01/2021 dan 18/01/2021).

Dengan membawa kotak, para jama’ah majelis mendatangi para pengendara kendaraan yang melintasi jalan raya tempat titik aksi.

“Sebagaimana diketahui bencana alam yang telah melanda sejumlah wilayah yang ada di Indonesia seperti banjir yang menggenangi sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, tanah longsor di Sumedang, gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir di Maluku Utara, dan lainnya, mengingat semua elemen masyarakat pasti ingin membantu meringankan beban para korban, maka kami berinisiatif untuk menjemput para donatur yang sedang berjualan, yang berada di pelosok, di warung-warung makan, dan titik-titik lainnya, mari kita bantu sesuai dengan kemampuan yang kita,” ajaknya kepada para masyarakat.

Ia menambahkan, hasil penggalangan dana yang sudah mereka lakukan selama 2 hari berjumlah Rp. 4.003.000,00 dan dikirimkan kepada Majelis Syabaabul Khairaat Malinau kemudian diserahkan untuk korban bencana alam di Sulbar dan Kalsel.

“Alhamdulillah, dari hasil penggalangan yang dilakukan oleh Jama’ah kami selama 2 hari berhasil menggalang donasi sejumlah Rp. 4.003.000,00. Kami sudah berkoordinasi dengan Majelis Syabaabul Khairaat Malinau bahwa donasi ini akan kami salurkan kepada korban bencana alam melalui Majelis itu. Alhamdulillah hanya ini bisa kami lakukan untuk membantu para korban dan semoga bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam disana” pungkas pimpinan Majelis Ribath Khairaat Nunukan, Muchsin bin Yahya.

Gerakan Kemanusiaan Majelis Ribath Khairaat Nunukan

Habib Muchsin sapaan akrabnya menjelaskan bahwa penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Majelis Ribath Khairaat Nunukan yang berada di perbatasan negara terhadap rasa kemanusiaan dan sesama anak bangsa Indonesia yang sedang tertimpa musibah.

Majelis Ta’lim Ribath Khairaat Nunukan yang sudah beraktifitas dari tahun 2015 di Kabupaten Nunukan merupakan kumpulan jama’ah sholawat yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, pemuda, dan orang-orang dewasa lainnya. Majelis Talim yang dipimpin langsung oleh Habib Muchsin bin Umar bin Yahya ini, aktif memberikan kontribusi pendidikan agama Islam bagi para jama’ahnya. Mulai dari Belajar Mengaji (Iqro dan al-Qur’an), Ilmu Fiqh, Filsafat Islam, Syari’at Islam, Sejarah Islam, Sejarah Islam di Nusantara, dan materi-materi lainnya sesuai kebutuhan jama’ah didalamnya. Adapun kitab-kitab yang sering dibacakan antara lain Kitab Shimtud Dhuror, Al Barzanji, Ad-Diba’i, Burdah, dan kitab lainnya.

Selain aktif memberikan penyajian keilmuan ke-Islam-an bagi jama’ahnya, Majelis Ta’lim Ribath Khairaat Nunukan juga aktif diberbagai seni. Mulai dari Seni Baca al-Qur’an (Tartil dan Tilawah), Hadrah, Marawis, dan kesenian Islam lainnya.

Pada sisi yang lain, Majelis Ribath Khairaat Nunukan juga aktif dalam gerakan kemanusiaan di Nunukan seperti berpartisipasi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam maupun untuk warga miskin yang tidak mampu, membantu korban bencana kebakaran, kerja bakti sosial, serta menghimpun pemuda-pemuda untuk memperoleh pengatahuan dan pendidikan.

Pesan Tuhan: Ulama, Peristiwa Bencana, dan Indonesia

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia akhir-akhir ini tengah menghadapi musibah yang datang silih berganti, di mulai dari peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta yang mengangkut penumpang 50 orang dan kru 12 orang. Kemudian dilanjutkan peristiwa wafatnya para alim ulama di Tanah Air yakni :

  1. Habib Ja’far bin Muhammad Al Kaff  di Samarinda hari Jumat (01/01/2021).
  2. KH. R Muhaimin Asnawi pengasuh Ponpes Al-Asnawi di Magelang hari Jumat (01/01/2021).
  3. KH. R Abdullah Nachrowi pengasuh Ponpes Ash-Shogiri Bogor hari Sabtu (02/01/2021).
  4. KH. R Muhammad Najib Abdul Qodir Munawwir pengasuh Ponpes Al-Munawir Krapyak hari Senin (04/01/2021).
  5. Drs. Muh Sai M.HI pengasuh Ponprs Nurul Yakin Malaka hari Selasa (05/01/2021).
  6. KH. Muhammad Fatih Naim asal Cipete hari Selasa (05/01/2021).
  7. KH. Muhammad Nuruddin A Rahman pengasuh Ponpes Al Hikam Bangkalan hari Sabtu (09/01/2021).
  8. Habib Abubakar bin Salim Al Hamid Bondowoso hari Sabtu (09/01/2021).
  9. KH. Zainuddin Badrus pengasuh Ponpes Al Hikmah Kediri hari Minggu (10/01/2021).
  10. KH. A Yasin Asmuni pengasuh Ponpes Hidyatut Thullab hari Senin (11/01/2021).
  11. Drs H Ibnu Hazen pengurus LTMNU hari Selasa (12/01/2021)
  12. Habib Thohir Bin Husain Pimpinan Majelis Raudhatul Mustofa Semarang hari Rabu (13/01/2021).
  13. Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber hari Kamis (14/01/2021)
  14. Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf  pengasuh Majelis Taklim Al-Afaf Tebet Jakarta hari Jumat (15/01/2021).
  15. Habib Muhammad bin Achmad al-Attas di Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur hari Senin (18/01/2021).

Kemudian peristiwa bencana alam ikut melanda negeri ini seperti Gempa Bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat bermagnitudo 6,2 SR; Longsor di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat; Banjir di 10 Kab/Kota Provinsi Kalimantan Selatan; Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Merapi di Perbatasan Jawa Tengah dan DIY mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG); dan bencana alam di beberapa daerah lainnya.

“Berbagai peristiwa ini, harus menjadi perhatian serius ya bagi semua kalangan. Mulai dari pemerintah, lembaga, dan kalangan lainnya. Misalnya kalangan pemerintah memikirkan teknis mengatasi bencana ini baik jangka panjang maupun pendek, kemudian lembaga-lembaga ikut kontribusi menjembatani berbagai bantuan dan membentuk relawan-relawan, serta kalangan-kalangan agamis ikut berkontribusi dalam tindakan sosial maupun mendo’akan agar semua warga masyarakat yang menjadi korban diberikan kekuatan dan kemudahan dalam melewatinya serta yang meninggal semoga khusnul khotimah”, ujar Habib Muchsin bin Yahya.

Lanjutnya, peristiwa-peristiwa bencana alam ini terjadi bukan hanya karena takdir Allah, melainkan akibat dari perbuatan tamak oleh segelintir manusia didalamnya.

“Saya berharap semoga keadaan kembali menjadi normal. Hentikan eksploitasi alam yang berlebihan dan kembalikan alam kepada fungsinya. Semua peristiwa bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini bukan hanya karena takdir Allah, tapi kita juga harus menyadari bahwa disitu ada campur tangan manusia yang berbuat dzolim kepada alam, sehingga Alam kehilangan keseimbangan. Semoga dengan ujian ini memberikan kesadaran bahwa kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan ini menjadi peringatan untuk kita. Dan perlu kita ingat, bahwa setiap ujian yang Allah berikan, pasti sesuai kapasitas hamba-NYA.” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *