Puluhan Mahasiswa Se-Kabupaten Nunukan Turun Ke Jalan, Aksi Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Pasar Inhutani

Portalpergerakan.com, NUNUKAN – Puluhan Mahasiswa Se-Kabupaten Nunukan turun ke jalan dalam rangka melakukan aksi kemanusiaan peduli korban kebakaran Pasar Inhutani yang terjadi Minggu Malam (10/01/2021) sekitar pukul 18.00 wita.

Berdasarkan data yang diterima oleh tim portalpergerakan.com yang diperoleh dari Kantor Lurah Nunukan Utara mengenai terjadinya kebakaran Pemukiman di wilayah RT.08 dan RT.10 Kelurahan Nunukan Utara Kecamatan Nunukan menyebutkan bahwa hingga saat ini Senin (11/01/2020) Pukul 17.30 wita, jumlah korban yang melapor sebagai berikut:

  1. Jumlah korban bangunan warga sebanyak 56 Rumah
  2. Jumlah korban kepala keluarga sebanyak 75 KK
  3. Jumlah korban jiwa sebanyak 269 jiwa

Hingga saat ini, sejumlah 35 Kepala Keluarga yang menjadi korban kebakaran masih berada di pengungsian samping kantor lurah Nunukan Utara dan sangat membutuhkan penanganan darurat.

Puluhan mahasiswa itu terdiri dari organisasi yang diberi nama Aliansi Mahasiswa Nunukan Peduli Korban Kebakaran antara lain: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan, HMJ Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Nunukan, HMJ Teknik Alat Berat Politeknik Negeri Nunukan, HMJ Teknik Sipil Politeknik Negeri Nunukan, HMJ Teknik Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Negeri Nunukan, dan Keluarga Mahasiswa Katolik.

Aksi sosial yang dilakukan langsung oleh puluhan mahasiswa itu sebagai bentuk respon kepedulian terhadap para korban kebakaran serta menjadi tanggung jawab sosial bagi mahasiswa.

Pada pelaksanaannya, aksi sosial ini juga telah berkoordinasi dengan tim gugus covid-19 dan menggelar aksi itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 guna menghindari penyebaran virus corona.

Mohd. Armansyah, salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan mengatakan mengenai keprihatinannya karena musibah tersebut telah menghanguskan seluruh isi rumah milik para korban hingga banyak pakaian, aset-aset berharga yang tidak sempat diselamatkan.

“Kami kasihan terhadap masyarakat yang menjadi korban, karena biar bagaimanapun mereka adalah sanak saudara kami, sehingga inilah tugas kami sebagai mahasiswa untuk ikut andil memberikan kontribusi meringankan beban mereka. Kita harus support mereka dengan do’a dan bentuk-bentuk donasi yang mereka perlukan”, ujar armansyah Mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan.

Pada sisi yang sama, Nur Ikhsan Efendi salah satu mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan juga mengutarakan bahwa mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan akan terus berupaya memberikan sumbangsih yang bisa membantu korban kebakaran.

“Kami dari Mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman mahasiswa se-Kabupaten Nunukan agar segera melakukan tindakan untuk merespon masyarakat kita yang sedang menjadi korban kebakaran. Tentunya langkah preventif sementara yang bisa kita lakukan adalah aksi penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan domestik korban kebakaran. Ke depan kita akan lakukan lagi gerakan untuk bisa berkontribusi lebih banyak kepada korban kebakaran itu”, pungkas Nur Ikhsan Efendi atau yang akrab disapa Icaang di kalangan kampusnya.

Sementara, Faisal salah satu Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga mengutararakan bahwa ini adalah salah satu momentum yang menuntut peran andil kita bagi masyarakat.

“Ini merupakan momentum bagi semua kalangan untuk memberikan uluran tangan, misalkan kemarin banyak calon-calon kontestan pemilu berbondong-bondong dan berlomba-lomba untuk mendatangi masyarakat, nah sekarang harusnya mereka lakukan lagi hal yang sama untuk berikan bantuan bagi korban. Kemudian kami dari PMII juga akan menerjunkan kader untuk menjadi relawan pendidikan bagi anak-anak dan remaja yang menjadi korban kebakaran. Sehingga di posko darurat itu nantinya ada kelompok bermain dan belajarnya.” Tutup Faisal.

Kegiatan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak. Masyarakat juga berbondong-bondong turut menyumbangkan dalam bentuk pakaian dan uang tunai. Adapun jumlah uang yang terkumpul dari aksi penggalanganan dana selama 3 jam tersebut sebesar Rp. 20.391.000,00.

Rencananya, hasil penggalangan dana tersebut akan dibelikan pakaian, beberapa sembako untuk bayi dan balita, serta uang tunai dan diserahkan kepada tim posko yang menangani korban kebakaran. (*)

 

Penulis       :  Muhammad Dzal Aidi

Editor         :  Suriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *